Sayuran Organik vs. Sayuran Konvensional
Betulkah bahan pangan organik lebih bergizi? Beberapa penelitian memang membuktikan bahwa makanan yang dihasilkan dari pengolahan secara alami memiliki tingkat keamanan yang lebih tinggi dari produk makanan yang dihasilkan melalui pertanian yang menggunakan bahan kimia. Maraknya produksi makanan organik akhir-akhir ini memang terdorong oleh konsumen yang sadar akan hal tersebut. Apa saja nilai plusnya?
Plus 1: Lebih aman
Secara kasat mata sulit membedakan makanan organik dan nonorganik. Cara yang paling mudah dan pasti adalah dengan memperhatikan ada tidaknya label ’organik’ pada produk yang ingin Anda beli. Makanan organik diolah dengan cara yang sangat berbeda dibandingkan produk makanan konvesional. Tidak hanya bebas dari unsur-unsur kimia (pestisida, pupuk, hormon, obat-obatan), tetapi juga harus memenuhi persyaratan internasional yang sudah ditentukan. Di Barat, semakin banyak produk sayur dan buah-buahan segar berlabel organik. Juga dalam bentuk makanan olahan seperti sereal, makanan bayi, ataupun pasta organik. Bahkan hal ini sudah menjadi filosofi.
Meski banyak penelitian yang menunjukan bahwa residu pestisida pada sayur dan buah tersebut masih dalam batas aman, belum ada penelitian yang secara pasti menunjukan dampak komulatifnya. Beberapa masalah kesehatan yang merebak 50 tahun belakangan ini, diduga memiliki hubungan erat dengan diperkenalkannya penggunaan pestisida.
Plus 2 : Kaya nutrisi
Salah satu penyebab tingginya kandungan nutrisi pada produk organik adalah karena proses iradiasi yang dialami produk non organik. Sinar radiasi yang digunakan untuk mengawetkan produk konvensional selain membasmi kuman dan bakteri juga menghancurkan beberapa komponen molekul kimia dan mengubahnya menjadi radikal bebas.
Cara Tepat Mengolah Sayur
Bagaimana bila bahan organik sulit didapatkan di tempat Anda? Mungkin Anda bisa sedikit terhibur dengan hasil riset terhadap selada, kol, bayam, wortel, buncis, dan caisin asal Cianjur, yang memperlihatkan penurunan kadar pestisida yang cukup signifikan setelah pengolahan. Pada bayam mentah misalnya, kadar propinebnya mencapai 0.0061 mg/kg. Setelah ditumis, kadarnya turun sampai 0.0027 mg/kg.
Pemanasan juga akan mengakibatkan dinding sel sayuran yang terdiri dari selulosa dan hemiselulosa rusak. Sehingga pestisida menjadi lebih mudah terlepas dan larut dalam air, sampai akhirnya diuapkan. Sebaliknya, penggunaan bumbu ternyata dapat meningkatkan kadar pestisida pada sayuran yang diolah.
Mentah vs Matang
Bayam
Baik dalam keadaan matang dan mentah. Bayam mentah mengandung lebih banyak folat. Yang dimasak lebih kaya beta koroten. Baik mentah maupun matang, bayam mengandung asam axalic, yang menahan penyerapan kalsium dan zat besi.
Bawang putih
Bagus dimasak, lebih baik makan mentah. Bawang putih mentah bekerja sebagai antibiotik tapi sulit dicerna lambung. Beberapa senyawa sulfur lebih potensial bila bawang putih disantap mehtah-mentah
Brokoli & kol
Baik dimakan mentah atau dimasak. Kedua sayuran ini mengandung senyawa sulfur yang dapat menyerang kanker; akan lebih potensial bila dimakan mentah. Bila dimasak, potensinya menghasilkan gas akan hilang dan dapat meningkatkan penyerapan zat besi.
Wortel
Bagus mentah, lebih baik dimasak. Wortel mentah mengandung banyak beta karoten, dengan memasaknya zat ini akan lebih mudah diserap tubuh.
Bawang Merah/Bawang Bombay
Baik dalam keadaan mentah maupun masak. Senyawa sulfur yang membantu pembuluh darah tetap bersih lebih kuat pada bawang mentah. Memasakjuga akan membebaskan quercetin, membuat tubuh lebih mudah untuk menggunakan flvonoid penangkal radikal bebas.
Adapun Manfaat dari ORGANIK
Beneficiary of Organic Food
Manfaat dari produk-produk makanan organik itu sendiri adalah sebagai berikut :
1. Dapat digunakan sebagai makanan diet karena rendah kalori dan bisa membakar lemak.
2. Memperlancar pencernaan.
3. Meringankan sembelit.
4. Melancarkan aliran darah.
5. Bagus untuk kulit karena dapat mencerahkan dan menyegarkan kulit.
6. Mencegah dan meringankan usus.
7. Mempertajam penglihatan.
8. Mencegah pertumbuhan sel kanker dan tumor
9. Menyerap racun (toksin) yang terdapat dalam usus dan lambung.
10. Menghalangi peningkatan nikotin.
Meskipun tubuh kita ini memiliki ginjal, liver dan sebagainya yang berfungsi sebagai penyaring dan pembuang racun. Tetapi kalau perangkat tubuh itu terus-terusan dipaksa bekerja keras karena kita mengonsumsi makanan tak sehat, lambat laun pun ginjal serta liver akan menurun kinerjanya.
Bahkan di Jepang dan beberapa negara bagian negara di Amerika Serikat, konon kabarnya sudah fanatik akan jenis makanan ini bahkan mereka sudah tak sudi lagi menyantap makanan konvensional (makanan non-organik).
Memang harga dari produk makanan organik agak lebih mahal dibandingkan harga makanan pada umumnya, itu karena kuantitas produksinya yang tak bisa banyak-banyak. Bukankah sekarang kesehatan sudah menjadi barang mahal?.
Go for banana
- merupakan sumber vitamin C, kalsium serta gula buah. Kalium pada pisang mampu menjaga keseimbangan air tubuh dan fungsi jantung serta kinerja otot.
- karena kandungan asam folat yang tinggi dan mudah diserap janin melalui rahim, pisang sangat disarankan untuk dikonsumsi oleh para wanita hamil
- warna hijau pada kiwi bersumber dari kandungan magnesium yang apabila bekerja sama dengan vitamin C berfungsi untuk memaksimalkan kerja liver.
- dapat mengatasi sembelit karena buah kiwi mengandung enzim alami bernama actinidlin yang fungsinya untuk memperlancar BAB.
- bagi yang sedang menjalani program diet, berkawan baiklah dengan semangka, karena buah ini bebas lemak, memiliki kombinasi gula terbatas dan kandungan air yang berlimpah.
- karena kandungan air dan kalium yang tinggi, semangka bisa menetralisir tekanan darah Anda. sangat baik bagi pengidap hipertensi
Buah yang memiliki bintik hitam ini mengandung zat antianaemic dan reconstituent, bermanfaat bagi pertumbuhan anak.
Make Your Body Warm
Lupakan sweater bulu atau tumpukan kaus beserta jaket di atas kulit Anda. Karena kini Anda dapat menciptakan rasa hangat untuk tubuh lewat apa yang Anda makan.

1. Air Mineral
saat sedang kehausan atau dehidrasi tubuh bekerja lebih keras untuk tetap menjaga kadar rasa hangat dari dalam. Tapi hati-hati bila dijadikan kebiasaan, alih-alih mendapatkan rasa hangat, tubuh akan lebih lama menggigil. Jadi perbanyaklah minum air putih.
2. Cokelat dan susu
suatu ketika Anda merasa tidak enak badan yang menyebabkan datangnya meriang. Dibandingkan langsung mengonsumsi obat yang dijual bebas, coba konsumsilah segelas cokelat atau susu hangat untuk mengembalikan suhu tubuh kembali normal.
3. Daging rendah lemak dan Kacang-kacangan
Penelitian di Universitas Georgina menyimpulkan bahwa seorang perempuan yang tidak memakan kedua jenis makanan ini di musim dingin, akan kehilangan 25% suhu hangat tubuhnya.
Low Cal Snacks
Mengudap banyak penganan rendah kalori ternyata masih tetap lebih baik dibanding makan sedikit cemilan manis atau berlemak. Mengapa? Karena total kalori yang masuk ke tubuh relatif lebih kecil. Selain itu, kalsium, zat besi, potassium, vitamin A, C, B6 dan folat yang masuk juga lebih banyak. Itulah laporan dalam Journal of The American Dietetic Association.
Obesity Caused Dementia
Indeks Massa Tubuh (IMT) yang tinggi merupakan salah satu faktor penyebab demensia. Menurut Suzzane Hopes, PhD dari New York University Hospital, obesitas adalah salah satu masalah yang harus dengan serius diatasi untuk mengurangi penyakit-penyakit akibat penuaan. Kegemukkan yang tak wajar berkaitan dengan iskemia (kekurangan darah), hipertensi, serta penyakit-penyakit lainnya pada pembuluh darah di otak dan jantung. Kondisi ini sudah barang tentu berdampak buruk pada sistem vaskuler sehingga meningkatkan risiko demensia.




Komentar Terakhir